BLITAR – Pemerintah Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kembali menggelar tradisi tahunan Bersih Desa sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keberkahan bagi masyarakat desa.
Pada tahun 2026, kegiatan adat tersebut mengusung tema “Nyawiji Aji, Lathi lan Pakarti Anggayuh Tulungrejo Rahardjo” yang mengandung makna persatuan hati, ucapan, dan tindakan demi mewujudkan Desa Tulungrejo yang aman, makmur, dan sejahtera.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi Selamatan Sumber Air Dawuhan yang menjadi simbol penghormatan terhadap sumber kehidupan masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan pertanian dan kehidupan sehari-hari warga.
Kepala Desa Tulungrejo, Suwadi, mengatakan tradisi selamatan sumber air bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk edukasi budaya agar masyarakat tetap menjaga kelestarian alam dan sumber daya air.
“Tradisi ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar selalu menjaga sumber mata air dan lingkungan sekitar karena air merupakan sumber kehidupan bagi warga,” ujarnya.
Selain prosesi adat, Pemerintah Desa Tulungrejo juga menghadirkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai hiburan rakyat sekaligus sarana pelestarian budaya Jawa.
Pagelaran wayang kulit tersebut akan digelar pada:
- Hari/Tanggal: Kamis, 21 Mei 2026
- Tempat: Balai Desa Tulungrejo
- Dalang: Ki Minto Darsono
Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan mampu mempererat kebersamaan masyarakat serta menjaga nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman modern.
Pemerintah desa mengajak seluruh masyarakat Tulungrejo dan sekitarnya untuk turut hadir memeriahkan kegiatan Bersih Desa sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan budaya warisan leluhur.
Informasi lebih lanjut terkait rangkaian kegiatan dapat diakses melalui situs resmi pemerintah desa di Desa Tulungrejo maupun media sosial resmi Panitia Bersih Desa Tulungrejo.






