BLITAR – Lapangan Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, berubah menjadi lautan manusia saat peringatan HUT ke-12 Laskar Peduli Kasih digelar pada Minggu (3/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan hiburan rakyat dengan aksi sosial berskala besar.
Kegiatan ini tidak hanya menyuguhkan kemeriahan melalui ratusan door prize, tetapi juga menghadirkan layanan sosial gratis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari pengobatan gratis, donor darah, pijat, cukur gratis, hingga pembagian pakaian layak pakai.
Bupati Blitar, Rijanto, memberikan apresiasi atas konsistensi Laskar Peduli Kasih dalam membantu masyarakat kecil selama lebih dari satu dekade.
“Saya mengucapkan terima kasih, khususnya kepada Mbak Retno. Teruskan kegiatan mulia ini, mulai dari bedah rumah hingga santunan bagi yatim piatu dan kaum duafa,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari jajaran PDI Perjuangan Kabupaten dan Kota Blitar. Bendahara DPC PDI-P, Bashori, turut memberikan kontribusi dengan memberangkatkan umrah sebagai bentuk kepedulian sosial, yang mendapat apresiasi langsung dari Bupati.
Ketua Laskar Peduli Kasih, Retno Puji Astutik, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-12 ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya menghadirkan hiburan. Intinya adalah bakti sosial, agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran kami,” ungkapnya.
Salah satu agenda utama adalah santunan kepada puluhan anak yatim piatu sebagai bentuk nyata kepedulian sosial.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menilai kegiatan ini memiliki dampak besar dalam memperkuat solidaritas dan persatuan masyarakat.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata membantu masyarakat dan membangun harapan akan masa depan yang lebih adil,” tegasnya.
Perayaan HUT ke-12 ini diharapkan menjadi pemantik sinergi antara organisasi sosial, pemerintah, dan masyarakat untuk terus bergerak membantu kelompok rentan di Blitar.
Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, Laskar Peduli Kasih membuktikan bahwa gerakan sosial berbasis komunitas mampu menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan.






