Women Center Sumenep Gelar Aksi Simbolik Peringati Hari Perempuan Internasional

25abfa8b 5050 4c5b 8db7 b698047c4607 scaled
Peringati Hari Perempuan Internasional, Komunitas di Sumenep Gelar Aksi Solidaritas

SUMENEPWomen Center Sumenep menggelar aksi simbolik dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026 dengan mengusung tema “Give to Gain” (Beri untuk Mendapatkan). Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Bunga Sumenep pada Sabtu (14/3/2026) pukul 13.00 WIB.

Aksi ini menjadi salah satu bentuk solidaritas untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan seperti kekerasan terhadap perempuan, pelecehan seksual, serta pentingnya akses terhadap kesehatan reproduksi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan aktivis dan relawan dari berbagai organisasi serta komunitas pemerhati isu perempuan di Kabupaten Sumenep.

Panggung Ekspresi hingga Kampanye #HaidBukanAib

Dalam aksi simbolik ini, panitia menghadirkan panggung ekspresi sebagai ruang terbuka bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi melalui puisi, pidato, hingga pertunjukan seni yang mengangkat isu kesetaraan gender.

Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan aksi pembagian pembalut gratis kepada masyarakat dalam kampanye #HaidBukanAib. Kampanye tersebut bertujuan untuk menegaskan bahwa menstruasi merupakan proses biologis alami dan bukan sesuatu yang perlu disembunyikan atau dianggap tabu.

Panitia juga membuka donasi publik yang akan disalurkan untuk membantu korban kekerasan dan pelecehan seksual, termasuk dukungan pendampingan hukum, layanan psikologis, serta proses pemulihan korban.

Aksi simbolik ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah organisasi dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap isu perempuan di Sumenep, di antaranya KPI Sumenep, LKK PCNU Sumenep, PII Sumenep, Binar JHS, Setara Perempuan, PMII Sumenep, LBH Achmad Madani, FPR Sumenep, Pioner Indonesia, serta PII-Wati Sumenep.

Melalui tema “Give to Gain”, Women Center Sumenep mengajak masyarakat untuk turut memberikan dukungan dalam berbagai bentuk, baik tenaga, waktu, materi, maupun solidaritas sosial.

Panitia meyakini bahwa ketika perempuan mendapatkan perlindungan dan pemberdayaan yang layak, maka seluruh komunitas akan ikut tumbuh dan berkembang secara lebih baik.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol peringatan tahunan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mendorong aksi berkelanjutan dalam menangani berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Sumenep.

Tinggalkan Balasan

×