Berita  

Tingkatkan Imtak, Siswa SMPN 2 Srengat Ikuti Pondok Ramadan di Ponpes Roudlotul Huda

579771bf 67b0 4b9b 9288 a370f4a5d37d scaled
Gedi Wibowo Inisiasi Penguatan Spiritual Siswa SMPN 2 Srengat.

BLITAR — Upaya penguatan karakter religius siswa terus digencarkan SMPN 2 Srengat. Mengawali masa kepemimpinannya sejak Januari 2026, Kepala SMPN 2 Srengat, Gedi Wibowo, M.Pd., menghadirkan terobosan melalui program Pondok Ramadan dengan memboyong seluruh siswa untuk mengikuti pembinaan di Pondok Pesantren Roudlotul Huda, Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Program tersebut dilaksanakan secara bergantian antarjenjang kelas mulai 24 hingga 27 Februari 2026. Setiap tingkat mengikuti kegiatan selama dua hari penuh di lingkungan pesantren sebelum kembali menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Bangun Fondasi Spiritual Sejak Dini

Menurut Gedi Wibowo, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin Ramadan, melainkan langkah strategis dalam membentuk karakter siswa yang berlandaskan nilai keimanan dan ketakwaan (imtak).

“Kami ingin meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa. Di pesantren, mereka tidak hanya menerima teori, tetapi langsung mempraktikkan disiplin ibadah dan membangun akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup dilakukan di dalam kelas, tetapi perlu pengalaman langsung yang membentuk kebiasaan positif.

Disiplin, Mandiri, dan Berakhlak

Selama mengikuti Pondok Ramadan, siswa menjalani berbagai kegiatan khas pesantren, antara lain:

  • Salat berjamaah lima waktu
  • Tadarus dan kajian keislaman
  • Pembiasaan bangun dini hari
  • Pembinaan akhlak dan etika pergaulan
  • Latihan kemandirian dalam aktivitas harian

Jadwal harian yang terstruktur sejak pagi hingga malam melatih siswa untuk lebih disiplin serta menghargai waktu.

Selain itu, interaksi langsung dengan para santri mukim memberikan pengalaman sosial baru bagi siswa. Mereka belajar hidup sederhana, tertib, serta membangun kebersamaan dalam suasana religius.

Sinergi Sekolah dan Pesantren

Pemilihan Ponpes Roudlotul Huda sebagai lokasi kegiatan dinilai tepat karena lingkungan pesantren yang kondusif dan kental dengan budaya pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.

“Interaksi dengan para santri diharapkan memberi motivasi tambahan bagi siswa kami untuk lebih mendalami ilmu agama dan memperbaiki perilaku sehari-hari,” tambah Gedi.

Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara lembaga pendidikan formal dan pesantren dalam mendukung pembentukan generasi muda yang berkarakter, religius, dan berintegritas.

Harapan Perubahan Perilaku

Setelah menyelesaikan program di Dadaplangu, seluruh siswa dijadwalkan kembali ke sekolah untuk melanjutkan KBM seperti biasa. Namun, pihak sekolah berharap ada perubahan positif yang terbawa dari pengalaman “nyantri” tersebut.

Melalui Pondok Ramadan ini, SMPN 2 Srengat ingin membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

×