Skandal Higienitas Program MBG: Belatung Hidup Ditemukan dalam Menu Mie di MIN 13 Blitar

01204df0 2f92 478d b4ed 4a99a851ed17 scaled
Insiden Belatung dalam Mie di MIN 13 Blitar, Pengawas Kritik Sistem Sanitasi

BLITAR — Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blitar tengah menjadi sorotan publik. Alih-alih memberi asupan nutrisi bagi siswa, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wlingi disebut menyajikan menu mie yang diduga terkontaminasi larva (belatung) saat didistribusikan ke MIN 13 Blitar, Selasa (27/01) pagi.

Kronologi Temuan di Sekolah

Insiden tersebut terungkap sekitar pukul 10.44 WIB ketika siswa hendak menyantap jatah makan siang. Pihak sekolah kemudian menemukan organisme hidup di dalam kemasan makanan sehingga memicu laporan resmi dan komunikasi dengan penyedia makanan.

Menindaklanjuti laporan itu, Kepala SPPG Wlingi, Givan, melakukan kunjungan mendadak ke sekolah untuk menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan orang tua siswa.

a110d164 c84d 4239 b31b bd029be1c807
Higienitas MBG Dipertanyakan, Belatung Ditemukan Hidup pada Menu Sekolah.

Sorotan Pengawas: Indikasi Kelemahan pada Sanitasi

Ketua Barisan Relawan Nusantara Raya (BRNR) Kabupaten Blitar, Sutrisno, S.H., selaku pengawas independen program MBG, menyayangkan kejadian ini. Menurut Sutrisno, temuan belatung yang masih hidup mengindikasikan adanya masalah pada prosedur pengolahan atau pengemasan.

“Logikanya sederhana, jika mie sudah dimasak dengan baik, belatung pasti mati. Karena ditemukan masih hidup, besar kemungkinan masuk saat proses penyajian akibat lingkungan yang tidak steril. Ini murni kecerobohan dan sangat merugikan anak-anak,” ujar Sutrisno.

54e36dda fbc4 46cd a63b 1462be484761 scaled
Program MBG Blitar Disorot Usai Menu Mie Diduga Terkontaminasi Belatung.


Catatan Evaluasi dan Kinerja SPPG Wlingi

Menurut data pemantauan BRNR, kasus serupa disebut pernah terjadi pada waktu sebelumnya. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai efektivitas Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan oleh SPPG di bawah naungan Yayasan Pelita Albarkah Indonesia.

Menjawab berbagai kritik, Givan menyatakan pihaknya akan mengambil langkah korektif, antara lain:

  • Evaluasi total terhadap rantai produksi makanan,
  • Memperketat kontrol sanitasi di dapur dan area pengemasan,
  • Memberikan sanksi internal kepada petugas yang diduga lalai agar kejadian tidak terulang.

Desakan Audit oleh Masyarakat

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat serta wali murid mendesak instansi kesehatan dan dinas terkait untuk melakukan audit keamanan pangan terhadap SPPG Wlingi guna memastikan kualitas makanan bagi siswa di Blitar.

Tinggalkan Balasan

×