BLITAR — Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Rijanto dan Wakil Bupati Beky Herdihansah di Pendopo Sasana Adhi Praja, Kanigoro, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang transparansi kinerja sekaligus momentum berbagi di bulan suci Ramadan.
Acara bertajuk Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan dibuka dengan pemaparan capaian kinerja pemerintah daerah selama setahun terakhir. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Moh. Badrodin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.
Tiga poin utama yang dipaparkan meliputi:
- Capaian kinerja di berbagai sektor pembangunan
- Evaluasi program yang telah berjalan
- Rencana strategis untuk target pembangunan ke depan
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kepada masyarakat apa saja yang sudah dikerjakan serta rencana yang akan dilakukan ke depan,” ujarnya.
Fokus Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan
Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menegaskan bahwa arah kebijakan selama satu tahun terakhir difokuskan pada tiga pilar utama, yakni peningkatan infrastruktur, optimalisasi pelayanan publik, serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.
“Kami mendorong percepatan pembangunan, mulai dari perbaikan jalan hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar,” tegasnya.
Wakil Bupati Beky Herdihansah menambahkan, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama
Nuansa refleksi semakin khidmat karena bertepatan dengan Ramadan. Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan santunan anak yatim dan buka puasa bersama yang dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, perwakilan LSM, dan insan media.
Bupati Rijanto menekankan bahwa Ramadan menjadi momentum introspeksi bagi seluruh ASN untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pembangunan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mental dan spiritual.
“Semangat berbagi dan gotong royong harus terus ditumbuhkan demi mewujudkan Kabupaten Blitar yang harmonis dan berdaya saing,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan tausiyah dan doa bersama, sebagai harapan agar fondasi kepemimpinan tahun pertama menjadi pijakan kuat menuju Blitar yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.






