Kegiatan Lomba MQK Sumenep Jadi Motivasi Santri Dalami Ilmu Kitab Klasik

IMG 20251105 WA0005 scaled
Wabup Sumenep: MQK Bukan Sekadar Lomba, Tapi Peneguhan Tradisi Ilmu.

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar Musabaqoh Qira’atil Kitab (MQK) sebagai ajang penguatan tradisi keilmuan pesantren sekaligus motivasi bagi santri untuk semakin mendalami kitab kuning sebagai khazanah intelektual Islam.

 

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, dalam sambutannya saat membuka MQK 2025 di Aula Kantor Kementerian Agama Sumenep, Selasa (04/11/2025), menegaskan bahwa penyelenggaraan MQK bukan hanya kompetisi, tetapi momentum penting dalam merawat tradisi literasi keagamaan di pesantren.

 

“Kami ingin kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi wahana meneguhkan tradisi keilmuan pesantren yang telah diwariskan ulama sejak masa ke masa,” ujarnya.

 

Menurut Wakil Bupati, tujuan utama dari MQK adalah memperkuat kemampuan santri dalam membaca, memahami, dan menjelaskan isi kitab kuning sebagai bekal menjadi calon ulama, pendidik, dan pemimpin masyarakat yang tafaqquh fiddin di masa mendatang.

 

“Musabaqoh Qira’atil Kitab menjadi wadah bagi para santri untuk menumbuhkan semangat literasi keagamaan dan memperdalam pemahaman terhadap kitab kuning, yang merupakan warisan intelektual para ulama,” jelasnya.

 

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) berkomitmen mendukung kemajuan pesantren, terutama pada bidang pendidikan agama dan penguatan karakter generasi muda.

 

Di tengah derasnya arus teknologi dan globalisasi, pesantren dinilai memiliki peran sentral dalam menjaga keseimbangan antara ilmu agama dan tuntutan zaman. Karena itu, MQK juga diharapkan mampu menjadi ruang regenerasi ulama yang adaptif namun tetap berpegang pada nilai-nilai tradisi pesantren.

 

“Kami mendukung pengembangan kegiatan keagamaan sebagai upaya membangun generasi berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya saing di tengah modernisasi,” tambah Wakil Bupati.

 

Melalui penyelenggaraan MQK 2025, pemerintah berharap para santri semakin termotivasi menguasai literatur klasik Islam, meningkatkan kemampuan akademik, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pemikiran dan akhlak yang baik.

 

“Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kajian keislaman serta melahirkan generasi yang berwawasan luas dan siap berkhidmat kepada masyarakat,” pungkas Wakil Bupati.

×