Blitar Perkuat Modernisasi Pertanian Tembakau Lewat Penyaluran Alsintan DBHCHT 2025

IMG 20251119 WA0056
Modernisasi Pertanian Tembakau: Petani Blitar Siap Rasakan Dampak Alsintan Baru.

BLITAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus mendorong modernisasi sektor pertanian, khususnya komoditas tembakau, melalui program pengadaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi budidaya, memperbaiki kualitas produksi, serta mendongkrak kesejahteraan petani tembakau di wilayah Blitar.

Plt Kepala Bidang Sarana Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan bahwa proses pengadaan alsintan – di antaranya hand tractor dan cultivator – kini memasuki tahap finalisasi. Meskipun belum rampung sepenuhnya, ia memastikan seluruh peralatan akan didistribusikan kepada kelompok tani tembakau pada Desember 2025.

“Alsintan ini kami prioritaskan untuk sentra budidaya tembakau, seperti Kecamatan Selopuro, Talun, dan beberapa wilayah lain. Intinya adalah meningkatkan perekonomian petani tembakau yang ada di Blitar,” tegas Siswoyo.

IMG 20251119 WA0055
Pemkab Blitar Percepat Modernisasi Pertanian Tembakau Lewat Alsintan DBHCHT 2025.

 

Menurut Siswoyo, penggunaan alsintan berbasis teknologi sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas produksi tembakau. Beberapa manfaat modernisasi yang ditargetkan Pemkab Blitar di antaranya:

  • Mempercepat proses pengolahan lahan sehingga menghemat waktu dan tenaga.
  • Menekan biaya produksi petani secara signifikan.
  • Meningkatkan efektivitas budidaya, mulai dari persiapan lahan hingga pasca panen.
  • Menjamin mutu tembakau Blitar, khususnya varietas Selopuro, agar semakin kompetitif di pasar industri rokok nasional.

Ia menambahkan, modernisasi melalui DBHCHT merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi petani tembakau di tengah persaingan industri.

Selain pengadaan alsintan, Pemkab Blitar juga terus melakukan pembinaan, pelatihan teknis, dan memperluas akses petani terhadap sarana produksi. Siswoyo optimistis langkah ini akan membawa perubahan nyata.

“Dengan beban kerja yang berkurang, kualitas hasil meningkat, dan biaya produksi turun, petani tembakau Blitar akan semakin siap bersaing. Kami ingin mereka naik kelas, baik dari sisi produksi maupun standar kerja,” katanya.

Penyaluran alsintan pada akhir 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi sektor tembakau Blitar untuk semakin produktif, modern, dan berkelanjutan. Pemkab Blitar menilai investasi ini sebagai upaya strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal sekaligus mempertahankan tradisi pertanian tembakau yang telah lama menjadi identitas wilayah tersebut.

×