Aktivis Pemuda Desak Pemblokiran Akun Live TikTok Bermuatan Asusila

Reportase News 2026 1
Aktivis Minta KOMDIGI Bertindak atas Konten Live TikTok Asusila Dinilai Meresahkan.

SUMENEP — Gelombang protes datang dari kalangan Aktivis Pemuda Sumenep terkait maraknya konten siaran langsung (live) bermuatan asusila di platform TikTok. Mereka menilai fenomena tersebut telah menyimpang dari nilai kesusilaan, merusak etika publik, serta berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi generasi muda.

Dalam pantauan aktivis, sejumlah akun diketahui menampilkan aksi dan interaksi tak senonoh demi memancing perhatian penonton dan mengumpulkan keuntungan finansial melalui sistem gift. Ironisnya, tayangan semacam itu dapat dengan mudah diakses oleh pengguna di bawah umur.

Salah satu Aktivis Pemuda Sumenep, Dina Ratnawati, S.H., M.H., menilai lemahnya kontrol dari penyedia aplikasi dan minimnya intervensi negara di ruang digital menjadi penyebab suburnya konten bermuatan negatif tersebut.

“Negara tidak boleh kalah dalam mengatur ruang digital. Yang dipertaruhkan adalah moral publik dan masa depan generasi muda,” tegas Dina pada Selasa (26/01/2026).

Ia menambahkan bahwa kebebasan berekspresi tidak dapat dijadikan alasan untuk menyebarkan konten yang bertentangan dengan norma kesusilaan, apalagi melibatkan potensi pelanggaran hukum. Terlebih, Indonesia telah memiliki instrumen regulasi terkait perlindungan anak, penyiaran konten digital, hingga cyber safety.

Aktivis Pemuda Sumenep mendesak pemerintah melalui instansi terkait, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), untuk mengambil langkah cepat dan terukur, antara lain:

  • Menutup akun penyebar konten bermasalah,
  • Memperketat sistem moderasi konten di tingkat platform,
  • Serta memberikan sanksi tegas apabila penyedia aplikasi dinilai lalai.

Mereka menegaskan bahwa penataan ruang digital merupakan tanggung jawab negara, bukan hanya persoalan moral atau etika sosial.

“Ruang digital harus dijaga agar tetap sehat, aman, dan beradab. Ini bukan sekadar isu kesusilaan, tapi bagian dari perlindungan terhadap generasi bangsa,” tutup Dina.

Tinggalkan Balasan

×