Pengadaan Hand Tractor Rp 1,97 Miliar Masuk SiRUP Sumenep

84fe59e2 3e0c 429e 9afc d4de84c98938
Komisi II DPRD Sumenep Minta Pengadaan Alsintan Segera Direalisasikan.

SUMENEPDinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep (DKPP) menyiapkan anggaran sebesar Rp 1.977.000.000 untuk pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis hand tractor pada Tahun Anggaran 2026.

Anggaran tersebut bersumber dari dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kabupaten Sumenep dan telah tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).

Dibagi Dua Paket Pengadaan

Berdasarkan dokumen perencanaan, kegiatan pengadaan tersebut dibagi menjadi dua paket, yakni:

  • Belanja hand tractor senilai Rp 525.000.000
  • Hibah barang hand tractor senilai Rp 1.452.000.000

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa bantuan alsintan akan disalurkan kepada kelompok tani yang telah mengajukan proposal.

“Penerima bantuan disesuaikan dengan kelompok tani pengusul,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).

Dorong Mekanisasi dan Produktivitas

Menurut Chainur, pengadaan hand tractor merupakan bagian dari percepatan mekanisasi pertanian di tingkat petani. Penggunaan alsintan dinilai mampu mempercepat proses pengolahan lahan dibandingkan metode konvensional yang masih mengandalkan tenaga manual.

Modernisasi alat pertanian, lanjutnya, menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas sektor tanaman pangan.

“Harapannya petani lebih optimal dalam mengolah lahan dan tanaman pangan, sehingga mendukung ketahanan serta kemandirian pangan daerah,” katanya.

Aspirasi Reses DPRD

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, menyebut program tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang dihimpun saat masa reses.

“Kami usulkan setelah melakukan reses. Itu berdasarkan aspirasi konstituen,” ujar Juhari.

Ia meminta DKPP melaksanakan program sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan segera merealisasikannya agar serapan anggaran optimal serta manfaatnya segera dirasakan petani.

“Kalau cepat terealisasi, serapan anggaran bagus. Sebaliknya kalau lamban, itu akan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Dengan alokasi anggaran hampir Rp 2 miliar tersebut, pemerintah daerah berharap modernisasi pertanian di Kabupaten Sumenep semakin meningkat dan mampu memperkuat sektor pangan di tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

×