SUMENEP — Festival Anak Yatim yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep menjadi pembuka rangkaian kalender event tahun 2026 di Kabupaten Sumenep. Kegiatan yang dirangkai dengan santunan ratusan anak yatim tersebut tidak hanya menjadi agenda sosial, tetapi juga momentum penguatan nilai kemanusiaan dalam pembangunan daerah.
Pemerintah daerah menjadikan festival ini sebagai bagian dari pesta rakyat sekaligus sarana promosi budaya, penguatan interaksi sosial, serta peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, seni, dan UMKM.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Syahwan Efendi, menegaskan bahwa Festival Anak Yatim merupakan simbol komitmen pemerintah daerah dalam menempatkan nilai sosial dan kemanusiaan sebagai fondasi pembangunan.
“Festival Anak Yatim merupakan simbol komitmen pemerintah daerah dalam menempatkan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan sebagai fondasi pembangunan,” ujarnya dalam kegiatan yang berlangsung Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh dimensi sosial, psikologis, dan spiritual masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 757 anak yatim menerima santunan, sekaligus memperoleh voucher gratis untuk menikmati kuliner UMKM di Pasar Minggu. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa optimisme dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di Kabupaten Sumenep.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk ASN dan komunitas sosial, untuk terus memperkuat kepedulian terhadap anak yatim sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Kebahagiaan anak yatim menjadi salah satu indikator kesejahteraan daerah. Karena itu, kepedulian sosial harus terus dijaga dan diperkuat,” tambahnya.
Melalui festival ini, pemerintah berharap kegiatan santunan anak yatim tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara luas.






